Dinding Berjamur dan Berlumut, 3 Hal Jadi Solusi Mengatasinya

Dinding adalah salah satu elemen penting bagi sebuah bangunan. Dinding yang kokoh dan bercat merata akan menambah wibawa sebuah bangunan. Tentu saja yang demikian berdampak langsung bagi penghuni atau pemilik bangunan tersebut. Sementara itu, bila yang terjadi adalah sebaliknya, dinding rapuh, cat mengelupas di sana-sini, serta jamur dan lumut tumbuh subur, ini tentu akan berdampak banyak hal.

Jamur dan lumut serta cat yang mengelupas adalah tanda-tanda utama bangunan mulai tak terawat. Bila demikian bisa dipastikan ada berbagai hal yang menjadi musabab rusaknya bangunan. Kerusakan yang terjadi tentu sangat bervariasi, mulai dari longgarnya semen perekat antar batu-bata, hingga yang lebih parah, dinding ambrol dan tentu saja memberikan dampak moril serta materiil tak sedikit.

Berangkat dari alasan tersebut, bisa dipastikan, para pemilik bangunan terutama hunian seperti rumah, villa, dan sejenisnya, tentu saja tak ingin dinding ditumbuhi lumut dan berakibat pada berbagai kondisi seperti disebutkan di muka tadi. Artikel kali ini hadirkan solusi khusus bagi mereka yang ingin membebaskan dinding dari jamur dan lumut. Simak mendalam.

3 Langkah Preventif dan Kuratif Atasi Dinding Berlumut dan Berjamur

Dinding adalah salah satu elemen penting bagi sebuah bangunan. Dinding yang kokoh dan bercat merata akan menambah wibawa sebuah bangunan. Tentu saja yang demikian berdampak langsung bagi penghuni atau pemilik bangunan tersebut. Sementara itu, bila yang terjadi adalah sebaliknya, dinding rapuh, cat mengelupas di sana-sini, serta jamur dan lumut tumbuh subur, ini tentu akan berdampak banyak hal.

Lumut dan jamur tumbuh dari spora. Penyebarannya sangat mudah, spora kedua jenis vegetasi ini dengan ringan bisa terbawa angin ke berbagai lokasi. Bila menempel pada permukaan yang lembab maka tak lama akan merebak dan memenuhi seluruh permukaan. Langkah berikut ini bisa dicoba sebagai satu langkah preventif maupun kuratif untuk mengatasi merebaknya lumut dan jamur dan dinding bangunan.

  1. Kurangi Kelembaban, Pastikan Terpapar Sinar Matahari Sepanjang Waktu

Kelembabab adalah prasyarat tumbuhnya jamur dan lumut. Semakin tinggi kelembaban maka sangat mungkin jamur dan lumut bisa tumbuh subur bahkan pada dinding rumah sekalipun. Cara pertama yang paling masuk akal tentu saja dengan mengusahakan desain rumah, dimana bagian dinding bisa terpapar sinar matahari secara langsung. Namun terkadang, lokasi bangunan tidak memungkinkan hal ini untuk bsia masuk dalam desain rancang bangun. Maka langkah berikutnya yang bisa dijalankan adalah dengan melakukan pengecekkan berkala fisik bangunan bila ditemukan bagian dimana lumut atau jamur mulai tumbuh, lakukan pembersihan secara sederhanana. Cara ini bisa mengurangi meskipin tentu saja hanya bersifat temporer.

  1. Lakukan Tindakan Kuratif Pasca Pengikisan

Lumut yang tumbuh pertama tentu harus dilakukan pengikisan. Hal ini bIsa dijalakankan dengan bantuan kape atau kapi, sejenis alat bangunan yang biasa dipakai dalam pertukangan. Lakukan pengikisan sampai pada bagian terdalam. Sangat sering cat tembok juga akan ikut mengelupas sehingga tampak bagian bangunan berplester semen halus.

Untuk menghindari lumut atau jamur tumbuh dengan cepat, sebaiknya lakukan tindakan kuratif yang bersifat kimiawi. Cara ini bisa dilakukan dengan melabur bagian dinding yang berlumut atau berjamur dengan menggunakan kuas yang dicelupkan pada larutan kaporit dan cairan pemutih pakaian. Kuas cukup dilaburkan pada bagian-bagian yang telah dilakukan pengikisan. Cara ini sebaiknya diterapkan diwaktu musim panas, karena pada musim penghujuan akan jauh dari kata efektif.

  1. Lakukan Pengecatan Ulang, Tambal Bagian-Bagian Dinding Yang Keropos

Pengikisan biasa berakibat pada dinding menjadi keropos. Selain itu cat tentu akan mengelupas. Bila hal ini terjadi maka langkah ketiga yang harus dijalankan adalah menambal bagian-bagian semenan dinding yang keropos. Setelah semen mengering, pengecatan bisa dilakukan.

Tiga langkah di atas bisa diterapkan bila tingkat kerusakan dinding akibat lumut atau jamur berkisar antara rendah hingga sedang. Bila kerusakan sudah parah dan berpengaruh pada struktur bangunan secara keseluruhan, renovasi ringan tentunya kurang efektif. Proses perombakan atau restorasi, hingga renovasi dan rebuild ulang tentu akan menjadi langkah paling masuk akal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *