Bagaimana Cara Mengecek Keabsahan Tanah Girik?

Keabsahan tanah girikTanah girik berbeda dengan tanah yang sudah berrsertifikat. Dimana tanah yang sudah bersertifikat mudah mengecek keabsahan sertifikat tersebut ke kantor pertanahan setempat.

Karena sertifikat yang ada di tangan masyarakat adalah berupa salinan, dimana cetakan aslinya tersimpan di kantor BPN sebagai buku tanah.

Cara Cek keabsahan tanah girik

Buku tersebut disimpan dalam warkahnya. Dimana di dalam warkah tersebut tersimpan semua data-data yuridis dan data-data fisik tanah. Termasuk hasil ukur aslinya, peralihan-peralihan dan data-data identitas pemohon serta pemegang hak saat permohonan.

Tak ketinggalan dalam warkah tersebut akan terlampir juga riwayat sengketa jika tanah tersebut pernah bersengketa dulunya.

Karena jika seseorang menyengketakan suatu bidang tanah maka langkah awal yang harus dia lakukan adalah memblokir sertifikat tersebut. Supaya atas sertifikat tanah tersebut tidak bisa lagi dilakukan tindakan hukum terhadapnya.

Tindakan hukum tersebut diantaranya adalah mengalihakan, menjaminkan atau tindakan lainnya yang dapat menyebabkan haknya beralih kepada pihak lain.

Cara Cek keabsahan tanah girik

Tanah girik tidak bisa dicek di kantor BPN

Berbeda halnya dengan tanah girik, dimana tanah girik ini tidak ada berkasnya di kantor pertanahan. Jika dilihat di peta yang ada di BPN, atau aplikasi sentuh tanahku, maka bidang tanah tersebut masih kosong tanpa notasi apapun. Karena memang tanah girik adalah tanah yang belum didaftarkan di kantor BPN.

Lalu dimana data-data tentang tanah girik ini tersimpan? Data-data tanah girik tersimpan di kantor desa atau kantor kelurahan setempat. Data-data tanah girik tertera di dalam buku besar desa yang dipergunakan untuk itu.

Cek keabsahan tanah girik di kantor desa atau kantor kelurahan
Jadi jika ingin mengetahui keabsahan sebidang tanah girik maka langkah yang harus dilakukan adalah mengeceknya di kantor desa atau kantor kelurahan setempat.

Tanda bukti kepemilikan tanah girik itu berupa lembaran tanda membayar pajak daerah dulunya, yang namanya adalah Ipeda atau Ijuran Pembangunan Daerah.

Di dalam lembaran bukti pembayaran Ipeda tersebut terdapat notasi nomor girik dengan notasi letter C, kemudian tercantum juga alamatnya berupa nama blok, nama desa, nama kabupaten dan nama propinsi.

Selain itu dalam lembaran girik itu juga tertera luas dan besarnya uang iuran yang sudah dibayarkan.

Luas tanah memang belum akurat seperti sekarang hanya berupa hitungan hektar, deka dan meter. Itulah sebabnya jika Anda membeli tanah girik luasnya harus diukur ulang.

Dan biasanya setelah dilakukan pengukuran ulang akan terdapat perbedaan luas dimana luas yang dipakai sebagai dasar pembayaran adalah luas hasil ukur terakhir supaya adil.

Jangan beli tanah girik jika tidak ada dokumen pendamping
Jika ingin membeli tanah yang masih girik, jangan lakukan pembayaran apapun sebelum ada dokumen pendamping terhadap kepemilikan tanah girik tersebut.

Dokumen pendamping tersebut adalah surat keterangan tidak sengketa, surat keterangan riwayat tanah dan surat keterangan penguasaan fisik secara sporadik.

Ketiga surat tersebut di atas wajib hukumnya, harus ada sebelum transaksi jual beli. Lagi pula jika transaksi di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) maka PPAT pasti mensyaratkan ketiga surat di atas harus ada dulu.

Maka dari itu untuk menghindari pembeli dari kerugian jangan lakukan transaksi hanya secara di bawah tanah tangan saja, atau traknsaksi hanya berupa jual beli antara penjual dan pembeli tanpa akta jual beli PPAT atau akta jual beli camat sebagai PPAT sementara.

Jadi transaksi jual beli tanpa akta jual beli dari PPAT atau camat secara hukum belum diakui sebagai peralihan hak yang sah.

Akibatnya pembeli tidak bisa memohonkan sertifikat ke kantor pertanahan berdasarkan jual beli di bawah tangan tersebut, walaupun ada tanda tangan kepala desa atau lurah yang menyaksikan.

Solusinya jika sudah terlanjur membuat surat jual beli secara di bawah tangan adalah jual beli tersebut harus diulang dengan jual beli dengan akta PPAT atau camat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *